Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Batik Pari Memping Kuning: Karya Ibu-Ibu Desa Wates Penuh Filosofi

Desa Wates yang terletak di Kecamatan Panekan, memiliki produk unggulan yang sangat khas, yaitu Batik Pari Memping Kuning. Motif padi atau yang dalam bahasa Indonesia disebut "pari" menjadi pilihan utama dalam pembuatan batik ini. Pemilihan motif padi ini bukan tanpa alasan, karena sebagian besar masyarakat di desa ini adalah petani. Hal ini menginspirasi ibu-ibu di Desa Wates untuk menciptakan batik yang unik dan modern, yang kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wates Berjaya.

Batik Pari Memping Kuning memiliki filosofi yang dalam. Kata "memping" berarti berisi, yang melambangkan harapan masyarakat Desa Wates agar hidup mereka berkecukupan dan tidak kekurangan. Sedangkan "kuning" berarti siap dipanen, menggambarkan kesiapan masyarakat untuk meraih sukses dalam setiap karya yang mereka buat. Melalui batik ini, masyarakat Desa Wates berharap bisa mencapai kesuksesan dalam bidang yang mereka geluti.

Di desa ini, kain putih yang awalnya sederhana, diubah oleh ibu-ibu desa menjadi kain batik tulis yang indah dengan beragam warna. Saat ini, terdapat sepuluh pengrajin terampil yang mampu menyanting batik sesuai dengan pola yang telah dilukis. Kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu petani yang sehari-harinya juga bekerja di sawah.

Salah satu pengrajin, Sumirah, yang berusia 58 tahun, berbagi pengalamannya saat ditemui oleh reporter Diskominfo di stand peringatan Hari Ibu, di Pendopo Surya Graha, pada Selasa (17/12/2024). Sumirah menyatakan, "Untuk aktivitas harian, saya pergi ke sawah untuk membantu suami. Namun, setelah ada kegiatan membatik ini, saya merasa senang karena bisa memiliki kegiatan tambahan. Hasil dari membatik ini lumayan untuk menambah uang belanja. Saya juga mengajak ibu-ibu petani lainnya untuk ikut membatik, dan tiga orang dari mereka tertarik dan kini ikut membatik bersama."

Batik Pari Memping Kuning bukan hanya sekadar produk kerajinan, tetapi juga merupakan simbol harapan dan kerja keras masyarakat Desa Wates. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pengrajin dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengembangkan potensi desa melalui karya seni yang kaya akan makna ini.

library_books Diskominfomagetan