Pada hari Kamis, ribuan mahasiswa di Bangladesh melakukan aksi unjuk rasa untuk memperingati satu bulan setelah pengunduran Perdana Menteri Sheikh Hasina. Aksi ini diadakan sebagai bentuk ingatan terhadap para korban yang tewas dalam kerusuhan yang melanda negara tersebut.
Para mahasiswa, pekerja, dan keluarga dari korban yang meninggal bergabung dalam "March for Martyrs" atau "March untuk Para Martir". Mereka membawa bendera nasional dan meneriakkan berbagai slogan menuntut keadilan.
Protes anti-pemerintah mulai mereda pada bulan Juli sebagai gerakan yang dipimpin oleh mahasiswa terkait kuota kerja di sektor publik. Namun, aksi ini kemudian berkembang menjadi sebuah pemberontakan nasional yang lebih besar melawan kepemimpinan Hasina. Kerusuhan tersebut menyebabkan lebih dari 1.000 orang kehilangan nyawa dan memaksa Perdana Menteri Hasina untuk mengundurkan diri. Pada tanggal 5 Agustus, Hasina melarikan diri ke India sebelum kediamannya resmi diserbu oleh massa.
Saat ini, Hasina tengah menjalani pengasingan diri dan menghadapi tuduhan pembunuhan dalam lebih dari 100 kasus. Sebagai pengganti pemerintahan Hasina, sebuah pemerintah interim dipimpin oleh Muhammad Yunus, seorang peraih Hadiah Nobel Perdamaian, telah dibentuk. Tugas utama pemerintah ini adalah mengembalikan stabilitas setelah kekerasan terburuk yang terjadi di negara tersebut sejak merdeka pada tahun 1971.
Bangladesh unjuk rasa Sheikh Hasina mahasiswa