Pemerintah Kota Pekanbaru akan melaksanakan uji coba program makan bergizi gratis bagi 1.000 penerima. Program ini melibatkan 400 murid sekolah dasar (SD) dan 600 pelajar sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini ditujukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Namun, WALHI Riau atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program ini. Mereka menekankan bahwa meskipun menu makanan harus bergizi, penting untuk memperhatikan dampak lingkungan dan kesehatan. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Menurut WALHI Riau, plastik yang digunakan dapat melepaskan bahan kimia berbahaya yang berisiko mencemari makanan.
Selain risiko kesehatan, penggunaan plastik juga dapat menyebabkan masalah baru berupa sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, sisa makanan dari program ini bisa menciptakan limbah yang melepaskan emisi gas rumah kaca. Di sisi lain, wadah plastik sekali pakai berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan yang semakin parah. Oleh karena itu, WALHI Riau meminta agar pemerintah dan pihak sekolah lebih memperhatikan cara pengelolaan sisa makanan dan kemasan, agar tidak menjadi sampah yang merugikan.
WALHI Riau menegaskan pentingnya memperhitungkan efek jangka panjang dari inisiatif ini, guna mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesehatan bagi anak-anak.
Pekanbaru makan gratis WALHI Riau lingkungan