Jakarta, 17 Desember 2024 - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suwendra, mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera menanggapi keluhan yang disampaikan oleh petani singkong. Hal ini dikarenakan harga singkong yang terus menurun, yang disebabkan oleh adanya sagu impor yang lebih murah.
Dalam konfirmasinya pada Kamis (12/12/24), I Ketut Suwendra menjelaskan bahwa harga sagu impor yang lebih murah telah mengakibatkan penurunan permintaan terhadap produk sagu lokal. "Hal ini berdampak langsung pada harga singkong di tingkat petani," ujarnya.
Lebih lanjut, I Ketut Suwendra menilai bahwa anjloknya harga singkong di Lampung Timur adalah akibat dari permainan impor sagu yang tidak sehat. "Harga singkong yang anjlok ini adalah persoalan yang mendesak. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencari solusi konkret," tambahnya.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, I Ketut Suwendra juga mengusulkan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah implementasi kebijakan stabilisasi harga melalui penetapan harga dasar yang adil bagi petani. Hal ini bertujuan agar petani tidak terus merugi akibat fluktuasi harga yang tidak menentu.
Selain itu, I Ketut Suwendra mendorong pengembangan industri hilir yang berbasis singkong. Ia menyarankan agar diproduksi tepung tapioka dan bioetanol dari singkong. "Dengan demikian, nilai tambah singkong bisa meningkat, dan ketergantungan pada pasar bahan mentah bisa dikurangi," terangnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu petani singkong untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan lebih stabil di pasaran. I Ketut Suwendra berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan petani agar kesejahteraan mereka terjaga.
DPR Petani Singkong Harga Sagu