Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Intel CEO Pat Gelsinger Mundur Setelah Kehilangan Kepercayaan Dewan

Intel CEO Pat Gelsinger Mundur Setelah Kehilangan Kepercayaan Dewan

Pat Gelsinger, CEO Intel, mengumumkan pengunduran dirinya bulan ini setelah dewan direksi kehilangan kepercayaan kepada dirinya. Keputusan ini datang setelah Gelsinger diberikan pilihan untuk pensiun atau dipecat.

Gelsinger menjabat sebagai CEO Intel hampir empat tahun lalu. Pada saat itu, nilai pasar Intel dan Nvidia hampir setara. Namun, dalam kurun waktu tersebut, Nvidia mengalami lonjakan nilai hingga mencapai $3 triliun, menjadikannya perusahaan paling berharga di dunia. Sementara itu, nilai Intel menurun sebesar $150 miliar, membuatnya tidak lagi termasuk dalam 10 perusahaan paling berharga di industri semikonduktor.

Dalam beberapa tahun terakhir, chip telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita, tersemat dalam berbagai perangkat seperti telepon, komputer, televisi, dan mobil. Chip juga berperan dalam perkembangan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan alat-alat militer.

Di bawah kepemimpinan Gelsinger, Intel mencoba untuk mengembalikan kejayaannya dengan strategi yang tidak biasa. Ia berusaha untuk menggabungkan desain dan produksi chip, berbeda dengan banyak perusahaan lain yang lebih memilih untuk fokus pada salah satu dari dua bidang tersebut. Nvidia, misalnya, lebih dikenal sebagai perusahaan desain chip, sementara Taiwan Semiconductor Manufacturing lebih dikenal sebagai produsen chip.

Namun, meskipun upaya Gelsinger, Intel tidak dapat bersaing dengan Nvidia dan perusahaan-perusahaan lainnya. Saat ini, nilai pasar Intel jauh lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Boeing dan Starbucks.

Pengunduran diri Gelsinger menandai akhir dari misinya untuk menyelamatkan Intel. Perusahaan ini kini harus mencari cara baru untuk kembali ke jalur yang benar agar dapat bersaing di pasar semikonduktor yang semakin ketat.

library_books Wsj