Pada acara The Big Interview yang diselenggarakan oleh WIRED, Mark Cuban, seorang pengusaha miliarder yang terkenal sebagai pemilik tim basket dan juri di acara Shark Tank, mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai topik menarik. Dalam wawancara dengan penulis senior WIRED, Lauren Goode, Cuban membahas pandangannya tentang Elon Musk, industri farmasi, serta alasan mengapa ia percaya bahwa kebijakan kripto Gary Gensler dan masalah lain berkontribusi pada kekalahan Kamala Harris dalam pemilihan.
Cuban juga membahas tentang Cost Plus Drugs, perusahaan farmasi yang ia dirikan bersama pada tahun 2022. Perusahaan ini berfokus pada transparansi harga dan kebijakan biaya untuk membantu konsumen mendapatkan obat-obatan dengan harga yang lebih terjangkau. Cuban menjelaskan bahwa dengan pendekatan ini, Cost Plus Drugs dapat menawarkan obat seperti Droxidopa hanya seharga sekitar Rp300.000 per bulan. Sebagai perbandingan, pasien yang tidak memiliki asuransi biasanya harus membayar lebih dari Rp45.000.000 setiap bulan untuk obat yang sama.
"Kami ingin membangun sistem yang lebih adil untuk semua orang, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan yang layak," ujar Cuban. Ia percaya bahwa dengan memberikan informasi yang jelas tentang biaya, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai kesehatan mereka.
Selain itu, Cuban juga berbicara tentang situasi politik saat ini. Ia menyebut bahwa kebijakan terkait kripto yang diusulkan oleh Gary Gensler berpengaruh besar terhadap pemilih, dan hal ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pemilihan Kamala Harris. Cuban mencatat bahwa isu-isu sosial yang lebih ringan, seperti yang ia sebut "couch fucking", juga dapat memengaruhi persepsi publik terhadap calon-calon tertentu.
Dengan pandangan yang berani dan langsung, Mark Cuban terus menjadi suara penting dalam diskusi tentang kebijakan kesehatan dan politik saat ini. Acara WIRED ini tidak hanya menarik perhatian karena kehadiran Cuban, tetapi juga karena isu-isu kritis yang diangkatnya.
Mark Cuban industri farmasi Kamala Harris kripto obat-obatan