Menurut hasil survei terbaru dari Pew Research Center, lebih dari setengah orang dewasa di Israel percaya bahwa beberapa jenis kiriman di media sosial yang berkaitan dengan perang di Gaza seharusnya tidak diperbolehkan. Ini termasuk konten yang bersifat grafis, memicu kekerasan, atau menunjukkan simpati terhadap warga sipil di Gaza.
Survei ini menemukan bahwa 60% orang Israel berpendapat bahwa kiriman yang menunjukkan simpati terhadap warga sipil di Gaza sebaiknya dilarang di media sosial. Persentase ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang menganggap konten tersebut dapat diterima.
Sebanyak 92% responden menyatakan bahwa kiriman yang menyerukan kekerasan tidak seharusnya ada di media sosial, sementara 87% menentang kiriman yang menunjukkan dukungan untuk Hamas, kelompok yang ada di pihak Gaza. Selain itu, 50% orang Israel percaya bahwa kiriman yang mengkritik pemerintah Israel harus disensor, sementara 41% merasa sebaliknya.
Survei ini dilakukan selama periode dari 3 Maret hingga 4 April 2024, melalui Pew Research Center, yang dikenal luas untuk riset dan analisis opini publik.