Kelompok-kelompok pro-Palestina yang merencanakan demonstrasi nasional pada hari Sabtu lalu mengeluhkan adanya pembatasan mendadak yang diterapkan oleh Kepolisian Metropolitan London. Mereka menyebutkan bahwa pembatasan ini merupakan serangan terhadap hak demokrasi mereka.
Sejak dimulainya konflik di Gaza pada bulan Oktober tahun lalu, demonstrasi pro-Palestina yang dihadiri oleh puluhan ribu orang telah berlangsung secara reguler di London. Namun, pada hari Sabtu ini, mereka merencanakan untuk melakukan pawai dari pusat kota menuju kedutaan besar Israel di Kensington, London Barat.
Tetapi, polisi telah memberlakukan beberapa pembatasan kepada penyelenggara. Salah satunya adalah penundaan waktu mulai protes sampai jam 2.30 siang, yang merupakan dua setengah jam lebih lambat dari waktu pengumuman sebelumnya yaitu jam 12 siang. Ini juga merupakan waktu mulai yang berbeda dari demonstrasi sebelumnya.
Informasi yang dihimpun oleh Middle East Eye (MEE) menyebutkan bahwa polisi juga menyampaikan kepada penyelenggara bahwa peserta dapat ditangkap jika mereka mulai berarak sebelum jam 2.30 siang.
Koalisi yang mengorganisir protes ini, termasuk Kampanye Solidaritas Palestina, Teman Al-Aqsa, Koalisi Stop Perang, dan Asosiasi Muslim Inggris, mengutuk langkah tersebut. Mereka mengatakan bahwa ini adalah serangan terhadap hak kebebasan berkumpul bagi para pengunjuk rasa.
Koalisi tersebut juga menegaskan bahwa mereka telah memberi tahu polisi tentang rencana pawai ini pada tanggal 8 Agustus, hampir sebulan sebelum demonstrasi dijadwalkan.
Protes pada hari Sabtu bertepatan dengan demonstrasi tandingan yang diorganisir oleh grup bernama Stop the Hate UK, yang baru diumumkan di media sosial hanya tiga hari sebelum kejadian. Dalam pengumuman selanjutnya, mereka menyerukan agar orang-orang berkumpul di depan kedutaan Israel pada sore hari untuk mengenang 364 orang yang tewas akibat serangan oleh militan Palestina dan lainnya yang diambil sebagai sandera pada festival musik Nova selama serangan yang dipimpin oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober di selatan Israel.
Salah satu penyelenggara pawai pro-Palestina menyatakan bahwa polisi ingin memisahkan kedua acara. “Polisinya mengatakan bahwa mereka ingin menunda keberangkatan kami agar protes lainnya bisa lewat, tetapi tampaknya ini adalah taktik lain untuk menunda dan menghentikan kami dari menggunakan hak demokrasi kami,” ujarnya.
Protes Palestina London hak demokrasi