Militer Israel telah mengubah kota Hebron dan daerah sekitarnya di Tepi Barat yang diduduki menjadi seperti "penjara besar". Pernyataan ini disampaikan oleh walikota Hebron, Taysir Abu Sneineh, dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh Anadolu Agency.
Abu Sneineh mengungkapkan bahwa tindakan militer Israel telah mengakibatkan penutupan jalan dan pintu masuk ke kota-kota serta desa-desa di seluruh Tepi Barat. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan pemaksaan yang dinilainya sebagai hukuman kolektif terhadap warga sipil. "Kota ini telah berubah menjadi sesuatu yang mirip dengan penjara besar," ujarnya.
Keberadaan pos-pos pemeriksaan dan gerbang besi kini semakin meningkat. Ini membuat tim medis kesulitan dalam mengangkut pasien. Seringkali mereka harus memindahkan pasien antar kendaraan di pos pemeriksaan, yang sangat memperlambat proses penanganan medis.
Lebih jauh, walikota juga menekankan bahwa layanan dasar, seperti pengumpulan sampah, terganggu akibat penutupan yang terjadi. "Orang-orang ingin hidup dengan hak-hak mereka dalam keamanan dan keselamatan; menghilangkan hak-hak tersebut bisa menyebabkan ledakan," katanya memberi peringatan.
Hebron militer Israel penjara besar pelayanan kesehatan