Pada hari Kamis, terjadi insiden serius di Munich ketika polisi terlibat pertukaran tembakan dengan seorang pria di dekat museum yang berkaitan dengan sejarah era Nazi dan konsulat Israel. Pria tersebut dilaporkan meninggal akibat luka-lukanya.
Menurut juru bicara polisi, Andreas Franken, tidak ada korban lain yang dilaporkan dalam kejadian ini. Selain itu, hingga kini belum ada informasi mengenai identitas tersangka atau motif di balik tindakan tersebut.
Di akun media sosial X, polisi mengungkapkan bahwa lima petugas terlibat dalam pertukaran tembakan tersebut. Mereka melaporkan bahwa pria yang terlibat menggunakan senjata laras panjang. Polisi juga menekankan bahwa tidak ada indikasi mengenai keberadaan tersangka lainnya dalam insiden ini.
Konsulat Jenderal Israel di Munich terletak di bundaran Karolinenplatz dan berdekatan dengan museum NS-Dokumentationszentrum, yang memamerkan sejarah Nazi. Saat ini, belum jelas apakah ada hubungan antara kedua lokasi tersebut dengan insiden yang terjadi.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan spekulasi atau menyebarkan informasi yang salah, karena hal ini dapat mengganggu penyelidikan yang sedang berlangsung.
Departemen Luar Negeri Israel mengkonfirmasi bahwa konsulat di Munich ditutup pada saat kejadian terjadi, mengingat sedang berlangsungnya upacara peringatan serangan terhadap atlet Olimpiade Israel pada tahun 1972 di Munich. Mereka juga memastikan bahwa tidak ada karyawan yang terluka dalam insiden tersebut.
Di Jerman dan banyak negara Eropa lainnya, kewaspadaan sedang ditingkatkan terkait kemungkinan risiko keamanan di sekitar fasilitas-fasilitas Israel. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
Munich tembakan konsulat Israel