Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) berupaya menjaga kelestarian bahasa, sastra, dan aksara Bali di tengah arus globalisasi. Upaya ini dilakukan dengan mengadakan sebuah acara budaya yang bertajuk “Festival Tunas Bahasa Ibu” khusus untuk pelajar SMP se-Kabupaten Badung.
Festival tersebut dibuka secara resmi pada Kamis pagi, 5 September, di Wantilan DPRD Kabupaten Badung. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana. Selain itu, Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Badung, I Nyoman Agus Satwika Ariada, juga turut hadir. Kehadiran Dewan Juri serta peserta lomba menambah semarak festival ini.
Tujuan dari festival ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap bahasa dan sastra Bali, serta untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam berbahasa. Kegiatan ini juga menjadi penting karena bahasa Bali merupakan bagian dari identitas budaya Bali yang harus dijaga dan dilestarikan.
Peserta festival akan melalui berbagai lomba yang berkaitan dengan bahasa, sastra, dan aksara Bali, yang diharapkan dapat menggugah minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya mereka sendiri.
Dengan adanya festival ini, diharapkan siswa-siswa dapat menghargai dan menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, serta menjaga kelestarian budaya Bali di masa yang akan datang.
Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Bali Sastra Bali