Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dukungan PBB untuk Transisi Damai di Suriah

PBB, melalui Sekretaris Jenderalnya, António Guterres, menyatakan dukungannya untuk transisi kekuasaan yang damai di Suriah setelah penggulingan pemimpin negara, Bashar al-Assad. Dalam pernyataan yang disampaikan di Afrika Selatan, Guterres menegaskan bahwa PBB "sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung transisi kekuasaan yang lancar".

Setelah penggulingan Assad, larangan keluar rumah di ibu kota Suriah, Damaskus, telah dicabut. Ahmed al-Scharaa, pemimpin kelompok pemberontak terkemuka Haiat Tahrir al-Sham (HTS), mengajak masyarakat untuk kembali bekerja dan berkontribusi dalam pembangunan Suriah yang baru. Menurut laporan dari wartawan dpa yang berada di lokasi, kehidupan sehari-hari di Damaskus mulai kembali normal dengan banyak toko yang telah dibuka kembali.

Sementara itu, Prancis telah meminta Israel untuk menarik diri dari wilayah penyangga yang tidak dipersenjatai di Dataran Tinggi Golan

Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan angkatan bersenjata negaranya untuk masuk ke zona penyangga di Dataran Tinggi Golan dan mengambil alih kontrol atas wilayah tersebut serta posisi strategis di sekitarnya. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan "kekuatan musuh" menetap di perbatasan mereka dan menganggap perjanjian dengan Suriah tentang zona penyangga telah berakhir.

Situasi di Suriah terus berkembang dengan adanya berbagai pernyataan dan tindakan dari pemimpin dunia. Dukungan PBB untuk proses damai di Suriah diharapkan dapat membawa stabilitas dan perdamaian bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita akibat konflik.

library_books Tagesschau