Türkiye telah mengajukan permohonan resmi untuk menjadi anggota penuh BRICS, organisasi yang terdiri dari lima negara besar: Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Pengumuman ini disampaikan oleh penasihat presiden Rusia, Yury Ushakov, pada hari Rabu.
Ushakov menjelaskan bahwa Ankara, ibu kota Türkiye, telah mengajukan aplikasi dan bahwa negara-negara anggota BRICS kini akan mempertimbangkan permohonan tersebut. Ini merupakan langkah penting bagi Türkiye, karena menjadi negara anggota NATO pertama yang mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS. Langkah ini disinyalir dipicu oleh ketegangan antara negara-negara NATO terkait konflik di Ukraina.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan juga menerima undangan untuk menghadiri KTT BRICS yang akan berlangsung di Kazan, Rusia, pada bulan Oktober mendatang. Menurut juru bicara partai AK yang dipimpin Erdogan, presiden telah menyatakan “beberapa kali” bahwa Türkiye ingin berpartisipasi dalam semua platform penting, termasuk BRICS.
Keanggotaan dalam BRICS dapat memberikan Türkiye sebuah posisi yang kuat dalam kancah geopolitik global. BRICS dikenal sebagai organisasi yang memberikan alternatif bagi negara-negara yang ingin memperkuat kerja sama ekonomi dan politik di luar dominasi negara-negara Barat. Rencana Türkiye untuk bergabung dengan BRICS menunjukkan keinginan negara tersebut untuk memperluas jangkauan dan pengaruhnya di ditingkat internasional.
Türkiye BRICS keanggotaan Erdogan