Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (Nato) sedang mengalami backlash besar di media sosial terkait sebuah posting di Instagram. Posting tersebut menampilkan grafik neon hijau bertuliskan "perdamaian" yang terinspirasi dari tren viral bernama "Brat," yang dipopulerkan oleh penyanyi pop Charli XCX.
Caption di posting tersebut berbunyi, “Musim panas mungkin telah berakhir, tetapi tujuan untuk perdamaian tetap ada,” dilengkapi dengan emoji hati hijau. Namun, banyak orang yang mengkritik postingan ini dan mempertanyakan kesesuaiannya di tengah konflik yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia.
Salah seorang pengguna media sosial berkomentar, "Tidak ada yang serius lagi. Setiap institusi dan tokoh publik hanya fokus pada citra, suasana, dan hiburan." Kritik ini mencerminkan perasaan banyak orang yang merasa bahwa pesan perdamaian tidak disampaikan dengan serius.
Memes Brat, memperlihatkan sikap rebel dan penuh kebebasan, terinspirasi oleh album terbaru Charli XCX yang juga berjudul "Brat." Awalnya, tren ini dimulai sebagai alat pemasaran musik, namun berkembang menjadi tren budaya yang lebih luas selama musim panas. Banyak selebriti, merek, dan tokoh politik mulai menggunakan gaya ini untuk menarik perhatian generasi muda.
Pada bulan Juli, kandidat presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris, mengadopsi slogan ini, saat Charli XCX memberikan dukungan dengan posting di media sosial yang menulis “kamala IS brat,” yang menyebabkan Harris memperbarui kampanyenya dengan gaya flashy Brat.
Nato kemudian mengikuti tren ini dengan posting grafik "perdamaian" beberapa bulan setelah tren tersebut muncul. Namun, tanggapan dari pengguna media sosial tidak lambat untuk berdatangan, dengan banyak yang menilai postingan Nato sebagai “tone deaf” atau tidak sensitif. Mereka berpendapat bahwa organisasi ini tidak benar-benar mempromosikan perdamaian.
Salah seorang kritikus menulis, “Apakah mereka tidak membiarkan dan mendukung banyak orang dibunuh di depan mata orang-orang di negara yang tinggal di dalamnya?” Komentar lain datang dari pengguna Instagram yang mengatakan, “Nato dan perdamaian. Tentu saja.”
Beberapa reaksi lebih keras, menyoroti dukungan anggota pendiri Nato yaitu AS terhadap Israel di tengah pemboman yang sedang berlangsung di Gaza, serta ketidakaktifan organisasi dalam menangani konflik tersebut.
Kontroversi ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi platform yang kuat untuk menyatakan ketidakpuasan dan kritik terhadap tindakan organisasi internasional seperti Nato.
Nato perdamaian media sosial kritik Charli XCX