Pada pagi hari, sejumlah wilayah di Ukraina menjadi sasaran serangan dari Rusia. Menurut laporan dari pemerintah setempat, banyak area yang terdampak oleh serangan yang dianggap sebagai salah satu yang terberat sejak invasi Rusia dimulai dua setengah tahun lalu.
Di antara wilayah yang terkena dampak adalah ibu kota, Kiew. Wali Kota Vitali Klitschko mengungkapkan bahwa ada pemadaman listrik di berbagai bagian kota. Ia menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena “masalah dalam jaringan energi nasional Ukraina”. Selain itu, pasokan air juga mengalami gangguan, memperburuk keadaan untuk banyak warga.
Energi Menteri Herman Haluschtschenko menyatakan di Facebook bahwa “musuh tidak berhenti dari rencananya untuk memadamkan cahaya bagi rakyat Ukraina”. Ia menambahkan bahwa situasi saat ini sangat sulit, sementara perusahaan listrik Ukraina, Ukrenerho, berusaha untuk menstabilkan jaringan dengan mematikan beberapa area dalam keadaan darurat.
Di Kiew, sirene peringatan udara baru berhenti setelah hampir delapan jam. Hal ini terjadi sekitar pukul 13:45 waktu setempat, saat gelombang drone tempur Rusia masih terdeteksi di udara. Mengingat serangan di berbagai wilayah lain berlangsung sepanjang pagi, laporan mengenai jumlah korban dan kerusakan baru mulai terungkap secara perlahan. Berdasarkan laporan awal, lima orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya terluka di beberapa daerah.
Di sisi lain, Rusia melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat 20 drone Ukraina yang masuk ke wilayah mereka. Dari jumlah tersebut, sembilan drone berhasil dihadang di wilayah Saratow, sementara tiga di Kursk, dan dua di setiap Belgorod, Brjansk, serta Tula. Satu drone juga terdeteksi di wilayah Orjol dan Rjasa.
Gubernur Saratow, Roman Busargin, memberikan informasi melalui Telegram bahwa beberapa bangunan di wilayah tersebut rusak akibat puing-puing dari drone yang dijatuhkan. Selain itu, terdapat juga laporan mengenai jumlah korban luka akibat insiden ini.
Ukraina Rusia serangan udara pemadaman listrik