Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Rebellenallianz in Syrien Bildet Übergangsregierung

Damaskus, 11 Desember 2024 – Setelah terjadinya perubahan pemerintahan di Suriah, koalisi pemberontak tampaknya sedang mempersiapkan pembentukan pemerintahan transisi. Menurut beberapa media Arab, Mohammed al-Baschir, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala pemerintahan di Idlib, telah ditunjuk untuk membentuk pemerintahan baru Suriah.

Dalam perkembangan terbaru, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan pembicaraan melalui telepon mengenai situasi di Suriah. Menurut juru bicara pemerintah, Steffen Hebestreit, keduanya sepakat untuk siap bekerja sama dengan para pemimpin baru di Suriah, dengan dasar pengakuan terhadap hak asasi manusia dan perlindungan terhadap minoritas etnis dan agama.

Salah satu kabar mengejutkan datang dari penjara militer terkenal, Sednaya. Aktivis melaporkan bahwa kini tidak ada lagi tahanan di penjara tersebut setelah jatuhnya pemerintahan Suriah. Pencarian menyeluruh terhadap kompleks besar di utara Damaskus untuk menemukan sel-sel rahasia dan ruang bawah tanah yang tersembunyi telah selesai. Penjara ini dikenal di kalangan masyarakat Suriah karena kekejaman para sipir dan metode penyiksaan yang brutal, dan sering disebut sebagai "rumah penyembelihan". Menurut organisasi hak asasi manusia, ribuan warga sipil yang tidak bersalah pernah ditahan oleh rezim Assad yang sebelumnya.

Sejak jatuhnya rezim Assad, Israel dilaporkan telah melakukan lebih dari 300 serangan udara terhadap Suriah. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, tentara Israel telah menghancurkan "fasilitas militer utama di Suriah". Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa mereka tidak berniat untuk campur tangan dalam urusan internal Suriah. "Ini adalah tentang melindungi warga Israel. Oleh karena itu, kami menyerang sistem persenjataan strategis, seperti senjata kimia yang tersisa atau roket jarak jauh, agar tidak jatuh ke tangan ekstremis," ungkapnya.

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam dinamika politik dan keamanan di kawasan tersebut, dengan harapan akan adanya langkah maju menuju perdamaian dan stabilitas di Suriah.

library_books Tagesschau