Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Donasi Amal di Akhir Tahun Meningkat Meski Ada Penurunan Jumlah Pemberi

Donasi Amal di Akhir Tahun Meningkat Meski Ada Penurunan Jumlah Pemberi

Di akhir tahun, banyak orang yang menerima pengingat untuk memberikan donasi amal. Memang, saat ini adalah musim yang tepat untuk beramal, terutama setelah #GivingTuesday, yang jatuh pada hari Selasa setelah Hari Bersyukur. Pada waktu ini, banyak organisasi amal berharap dapat memanfaatkan semangat memberi hingga akhir tahun. Selain itu, periode ini juga menguntungkan untuk urusan pajak bagi para donatur.

Menurut laporan tahunan dari Giving USA, donasi yang diberikan oleh individu, warisan, yayasan, dan perusahaan untuk badan amal di Amerika Serikat mencapai $557,16 miliar pada tahun 2023. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika memperhitungkan inflasi, angka ini mengalami penurunan sebesar 2,1%.

Kategori donasi terbesar berasal dari individu, yang meningkat 1,6% menjadi $374,4 miliar. Namun, ketika disesuaikan dengan inflasi, peningkatan ini juga menunjukkan penurunan sebesar 2,4%. Yang mengejutkan, jumlah individu yang memberikan donasi turun sebesar 3,4%.

Penurunan jumlah pemberi ini cukup menarik perhatian karena tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Biasanya, saat ekonomi tumbuh dan pasar saham meningkat, jumlah donasi cenderung naik. Namun, pada tahun 2023, indeks S&P 500 mencatatkan keuntungan sebesar 24%.

Dengan adanya data ini, banyak organisasi amal berharap agar masyarakat tetap tergerak untuk berkontribusi, meski jumlah pemberi mengalami penurunan. Musim memberi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan, terutama menjelang akhir tahun.

library_books Forbes