Sejak hari Sabtu lalu, jaringan sosial bernama X menjadi tidak dapat diakses di Brasil. Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung Brasil mengeluarkan perintah kepada semua penyedia layanan seluler dan internet untuk memblokir platform tersebut. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan adanya perselisihan antara Hakim Alexandre de Moraes dan CEO X, Elon Musk, mengenai kebijakan informasi yang salah, ujaran kebencian, dan moderasi konten yang diterapkan oleh perusahaan.
Brasil adalah negara dengan populasi sekitar 215 juta orang dan memiliki lebih dari 20.000 penyedia layanan internet. Oleh karena itu, pemblokiran X di Brasil menghadapi tantangan teknis yang cukup besar. Beberapa koneksi masih bisa mengakses platform ini, walaupun upaya pemblokiran sudah dilakukan.
Masalah misinformasi dan ujaran kebencian merupakan isu serius di media sosial. Misinformasi adalah penyebaran informasi yang salah yang bisa menyesatkan orang secara luas. Sedangkan ujaran kebencian merujuk pada ekspresi yang merendahkan atau menyerang individu atau kelompok berdasarkan atribut tertentu, seperti ras, agama, atau orientasi seksual.
Penanganan masalah ini oleh Mahkamah Agung menunjukkan komitmen pemerintah Brasil untuk menjaga keamanan informasi dan menghormati hak asasi manusia di dunia maya.
x elon musk brasil pemblokiran internet