Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kekhawatiran Privasi: Perusahaan Teknologi Besar Memantau Pembicaraan Pengguna?

Pengguna internet telah lama berspekulasi bahwa perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, Amazon, dan pemilik Facebook, Meta, mungkin sedang mengawasi mereka. Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut ingin mengetahui apa yang dicari calon pelanggan secara online. Dengan informasi ini, mereka dapat menargetkan setiap pengguna internet dengan iklan yang sesuai dengan pencarian mereka.

Tetapi, bagaimana jika perusahaan-perusahaan itu bisa mendengarkan pembicaraan sehari-hari para calon pelanggan dan menargetkan iklan berdasarkan topik yang mereka bicarakan? Konsep ini menjadi pusat perhatian setelah Cox Media Group (CMG) menawarkan ide tersebut kepada mitra periklanan potensial. Menurut laporan dari 404 Media, CMG baru-baru ini membocorkan presentasi yang menunjukkan layanan "Pendengaran Aktif" yang mereka tawarkan.

Dalam presentasi tersebut, CMG menjelaskan bagaimana perusahaan dapat menggunakan perangkat pintar seperti smartphone, speaker pintar, dan TV pintar untuk menargetkan iklan dengan lebih tepat. Presentasi itu mencatat bahwa penggunaan data pendengaran ini adalah legal, sehingga menimbulkan keprihatinan privasi di kalangan pengguna.

“Menyeramkan? Tentu. Bagus untuk pemasaran? Pasti,” kata presentasi penjualan CMG. “Apa artinya untuk bisnis Anda jika Anda bisa menargetkan klien potensial yang sedang mendiskusikan kebutuhan mereka terhadap layanan Anda dalam percakapan sehari-hari?” ungkap bagian awal presentasi tersebut.

CMG juga menyiratkan bahwa layanan ini bukanlah bagian dari acara televisi fiksi seperti Black Mirror, melainkan sebuah data suara nyata yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan bisnis. Meskipun semua empat perusahaan teknologi besar yang disebutkan dalam laporan 404 Media telah membantah terlibat dalam program periklanan ini, kekhawatiran tentang privasi yang berkaitan dengan perangkat rumah pintar pasti akan terus berlanjut di kalangan konsumen.

library_books Mashable