Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Bali dengan menghadiri Upacara Pengabenan Kinembulan yang bertajuk "Sawa Wedana-Atma Wedana Utama". Acara ini berlangsung di Desa Adat Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada hari Kamis, 5 Desember.
Kehadiran Bupati Giri Prasta di acara tersebut bukan hanya sekadar formalitas. Hal ini mencerminkan kepedulian yang mendalam terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat Bali. Menurutnya, menjaga tradisi leluhur adalah hal yang sangat penting, karena merupakan warisan yang tak ternilai bagi generasi saat ini.
Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah sukses melaksanakan upacara tersebut. "Saya apresiasi atas suksesnya karya yang telah dilaksanakan. Karya ini merupakan karya yang utama dan telah sesuai dengan sastra serta ajaran agama Hindu. Karya ini disebut dengan mamukur kinembulan, di mana 'memukur' artinya nyekah dan 'kinembulan' artinya bersama atau secara gotong royong," ujarnya.
Upacara Pengabenan adalah salah satu tradisi penting dalam budaya Bali. Tradisi ini dilakukan sebagai penghormatan kepada arwah orang yang telah meninggal. Melalui upacara ini, masyarakat Bali menunjukkan rasa cinta dan hormat mereka kepada leluhur.
Dengan kehadiran Bupati Giri Prasta, diharapkan masyarakat dapat semakin termotivasi untuk melestarikan adat dan budaya Bali, sehingga nilai-nilai luhur tersebut dapat tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Dencarik untuk berkumpul dan berdoa bersama, serta memperkuat ikatan sosial di antara mereka. Tradisi seperti ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Bali.
Keberadaan pemimpin yang peduli dengan budaya dan tradisi seperti Bupati Giri Prasta menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus melestarikan adat istiadat yang ada. Dengan demikian, budaya Bali dapat terus hidup dan berkembang sesuai dengan zaman.
Bupati Giri Prasta Desa Dencarik upacara adat budaya Bali Buleleng