Film "Tipu-Tipu Transisi Energi" Mengungkap Praktik Buruk Industri Energi
Sejumlah aktivis lingkungan mengungkapkan keprihatinan mengenai transisi energi yang terjadi saat ini. Menurut mereka, transisi energi yang digembar-gemborkan hanyalah sebuah trik bagi pengusaha industri tambang dan energi untuk menjaga agar bisnis kotor mereka tetap berjalan. Hal ini termasuk oligarki tambang dan energi di Indonesia yang terus mencari keuntungan dari sektor yang seharusnya berfokus pada ekonomi hijau dan rendah karbon.
Dalam konteks ini, film dokumenter berjudul "Tipu-Tipu Transisi Energi" karya Bambang Catur, seorang aktivis lingkungan dari BP. JATAM, hadir untuk memberikan wawasan lebih dalam mengenai praktik-praktik tersebut. Film ini mencakup catatan mengenai informasi industri energi di lima wilayah, menunjukkan bagaimana krisis iklim sering dimanfaatkan sebagai peluang untuk meraup keuntungan.
Para aktivis berpendapat bahwa di balik jargon-jargon yang diajukan sebagai solusi untuk krisis iklim, tidak ada kesungguhan untuk mengubah sistem politik energi yang telah terbukti gagal. Mereka menilai bahwa sistem yang ada justru berkontribusi besar terhadap krisis iklim yang kita hadapi saat ini.
Film ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat mengenai dampak negatif dari praktik industri energi yang tidak ramah lingkungan. Kegiatan nonton bareng (nobar) film ini akan diadakan di Rumah Perlawanan Lorong Canggih, kantor JATAM SULTENG, dan terbuka untuk umum. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya transisi energi yang sesungguhnya, yang tidak hanya menguntungkan segelintir orang tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Dengan adanya film ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis terhadap isu-isu yang berkaitan dengan energi dan lingkungan, serta mendorong perubahan yang lebih baik ke depan.
transisi energi industri tambang krisis iklim film dokumenter