Mairav Zonszein, seorang analis senior Israel dari organisasi non-pemerintah Crisis Group, baru-baru ini membagikan sebuah kesaksian yang sangat mengkhawatirkan melalui platform media sosial X. Kesaksian tersebut berasal dari seorang reservis Israel yang baru saja menyelesaikan tugas selama 84 hari di utara Gaza.
Dalam kesaksian yang dianggap "mengerikan" itu, Zonszein mengutip pernyataan reservis yang mengatakan bahwa tidak ada batasan mengenai bagaimana warga Palestina di Gaza diperlakukan. Ia menambahkan, "Kamu lebih baik menjadi anjing di Gaza, karena ada arahan yang jelas untuk tidak menembak kecuali jika nyawa kamu terancam. Namun, untuk warga Palestina, tidak ada batasan seperti itu," tulis Zonszein dalam terjemahan dari bahasa Ibrani.
Sementara perang Israel melawan Gaza terus berlanjut, laporan dari pejabat kesehatan Palestina menyebutkan bahwa setidaknya 37 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan Israel di seluruh wilayah Gaza pada hari Sabtu. Di kamp pengungsi Nuseirat saja, setidaknya 26 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Selain itu, serangan udara Israel di Gaza juga menyebabkan sekurang-kurangnya 60 warga Palestina terluka. Situasi di Gaza semakin memprihatinkan dengan banyaknya korban jiwa dan luka-luka yang terus bertambah.
Perang ini telah menimbulkan banyak pertanyaan mengenai perlakuan terhadap warga sipil dan dampak yang ditimbulkan. Banyak yang berharap agar situasi ini segera membaik dan perdamaian dapat tercapai.
Kesaksian yang dibagikan oleh Zonszein menjadi sorotan dan menambah ketegangan dalam konflik yang telah berlangsung lama ini.
Gaza perang Israel Palestina kesaksian