Ukraina baru-baru ini mengumumkan keberhasilan restrukturisasi utang senilai $20 miliar dengan bantuan dari perusahaan keuangan terkenal, Rothschild & Co. Keputusan ini muncul setelah periode dua tahun yang disebut sebagai "penangguhan pembayaran," di mana Ukraina tidak membayar utangnya.
Menurut laporan dari Reuters, awalnya, proses negosiasi antara Ukraina dan para krediturnya tidak berjalan dengan baik. Kreditur meminta Ukraina untuk melakukan pemotongan utang yang cukup besar, yang berpotensi merusak hubungan antara kedua belah pihak. Namun, Rothschild & Co kemudian turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah ini.
Dengan waktu yang semakin mendekat ke akhir periode penangguhan pembayaran, Rothschild menyelenggarakan pertemuan di Paris untuk mempertemukan Ukraina dan para pemegang obligasi. Pemegang obligasi awalnya menginginkan pembayaran segera, tetapi Ukraina lebih memilih kombinasi obligasi yang terkait dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dan pembayaran kupon yang langsung.
Akhirnya, mereka mencapai kesepakatan yang merupakan restrukturisasi utang tercepat dalam sejarah. Keputusan ini mendapatkan dukungan lebih dari 97% dari para pemegang obligasi, meskipun mereka harus menerima kerugian sebesar 37%, yang setara dengan $8,7 miliar. Kesepakatan ini juga sejalan dengan paket bantuan dari IMF sebesar $122 miliar untuk Ukraina dan diharapkan memberikan penghematan hingga $11,4 miliar dalam tiga tahun ke depan. Penghematan ini sangat penting untuk mendukung usaha negara tersebut dalam menghadapi konflik dan menjalankan program bersama IMF.
Ukraina restrukturisasi utang Rothschild IMF