Pada tanggal 7 Desember 2024, Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) melakukan silaturrahim dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas rencana Kongres ke-18 Muslimat NU yang akan diselenggarakan di Surabaya pada bulan Februari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan pentingnya menjaga kerukunan, baik di antara anggota organisasi maupun antar umat beragama. "Kami ingin memastikan bahwa kerukunan ini dapat terjaga dan berjalan seiring dengan kebaikan kehidupan kemanusiaan," ujar perwakilan PP Muslimat NU.
Kongres ke-18 Muslimat NU diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat tali silaturrahmi dan meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk berdiskusi mengenai isu-isu terkini yang dihadapi oleh umat dan masyarakat.
Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungannya. Dia menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama sangat penting untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan di Indonesia. "Kita harus saling menghormati dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
Silaturrahim ini menunjukkan komitmen PP Muslimat NU untuk terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya kongres ini, diharapkan akan muncul berbagai program dan inisiatif yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PP Muslimat NU dalam memperkuat peran perempuan dan meningkatkan partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional dan daerah.
Kongres ke-18 Muslimat NU di Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya anggota, tetapi juga sebagai platform untuk membahas langkah-langkah konkret dalam memajukan masyarakat dan menjaga kerukunan antar umat beragama.
Bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih damai dan harmonis bagi semua. Dengan semangat persatuan dan saling menghormati, diharapkan setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik.
PP Muslimat NU Menteri Agama Kongres ke-18 Surabaya kerukunan