Pada hari Kamis, dalam sesi ke-19 Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang berlangsung di Asuncion, Paraguay, tiga elemen budaya Tiongkok berhasil ditambahkan ke dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO.
Elemen pertama adalah teknik tekstil tradisional Li yang mencakup pemintalan, pewarnaan, tenun, dan bordir. Teknik ini merupakan warisan budaya yang telah ada sejak lama dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Li di Tiongkok.
Selanjutnya, festival Tahun Baru Qiang yang dirayakan di provinsi Sichuan, Tiongkok, juga diakui. Festival ini merupakan perayaan yang penuh warna dengan berbagai ritual dan tradisi yang menggambarkan kekayaan budaya suku Qiang. Dalam festival ini, masyarakat berkumpul untuk merayakan tahun baru dengan berbagai pertunjukan seni dan makanan khas.
Elemen ketiga adalah desain dan praktik tradisional pembangunan jembatan kayu lengkung Tiongkok. Jembatan-jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi. Teknik pembangunan jembatan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, mencerminkan keahlian dan cara hidup masyarakat Tiongkok.
Penambahan ketiga elemen ini ke dalam daftar UNESCO menunjukkan komitmen untuk melestarikan warisan budaya takbenda yang kaya dan beragam di Tiongkok. Hal ini juga menandakan pengakuan internasional terhadap pentingnya melestarikan tradisi dan budaya yang unik ini.
Dengan diakuinya elemen-elemen budaya ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka, serta memperkenalkan kekayaan budaya Tiongkok ke dunia internasional.
UNESCO budaya Tiongkok warisan budaya Li tekstil festival Qiang jembatan kayu