Iceland telah mengizinkan perburuan paus untuk lima tahun ke depan, meskipun mendapat protes dari berbagai kelompok konservasi. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama organisasi perlindungan lingkungan seperti OceanCare, yang menilai langkah ini sebagai tindakan yang "sangat mengejutkan dan tidak terduga".
Permohonan baru ini memberikan izin untuk menangkap 209 paus fin dan 217 paus minke setiap tahun selama musim perburuan, yang berlangsung dari bulan Juni hingga September. Izin ini diberikan kepada Hvalur, satu-satunya perusahaan perburuan paus yang tersisa di Eropa.
Sebelumnya, musim perburuan paus di Iceland pada tahun 2023 terpaksa dihentikan selama dua bulan setelah hasil penyelidikan yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa metode perburuan yang digunakan tidak mematuhi undang-undang kesejahteraan hewan. Penyelidikan itu menyimpulkan bahwa penggunaan harpoon peledak menyebabkan penderitaan berkepanjangan pada paus.
Pada awal tahun 2024, Hvalur sudah diberikan izin perburuan untuk satu tahun. Keputusan untuk memperpanjang izin ini diambil oleh pemerintah konservatif yang sedang menjabat di Iceland, yang dipimpin oleh Partai Kemerdekaan. Kelompok konservasi telah menuduh partai ini memiliki agenda pro-perburuan.
Iceland, bersama dengan Jepang dan Norwegia, merupakan salah satu dari sedikit negara yang masih memperbolehkan perburuan paus. Namun, berdasarkan sebuah jajak pendapat yang dilakukan di Iceland tahun lalu, 51% responden menyatakan menolak perburuan paus.
Iceland perburuan paus Hvalur konservasi lingkungan