Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengumumkan bahwa pihaknya sudah siap bagi kedatangan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta.
Terowongan ini memiliki panjang 38,3 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 4,1 meter. Kunjungan ini bukan hanya sebagai formalitas, tetapi Paus Fransiskus menunjukkan ketertarikan yang besar untuk melihat langsung terowongan tersebut.
"Beliau sangat terkesan dan ingin pergi mengunjungi masuk ke dalamnya," ungkap Nasaruddin Umar dengan penuh antusias. Kunjungan ini menjadi simbol dari hubungan yang harmonis antara umat Islam dan Katolik di Indonesia.
Hubungan baik antar agama sangat penting untuk menciptakan kerukunan dan toleransi di masyarakat. Kunjungan Paus Fransiskus diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antar umat beragama di Indonesia.
Paus Fransiskus Istiqlal Katedral Jakarta