Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Startup Spade Membantu Bank Kenali Transaksi dengan AI

New York City – Sebuah startup bernama Spade yang berbasis di New York, berusaha membantu bank dalam memahami transaksi kartu kredit yang sering kali tidak jelas. Dalam dunia perbankan, informasi tentang penerima pembayaran sering kali sangat minim. Hal ini menyulitkan bank untuk mengetahui apakah mereka mengirim uang ke sebuah toko roti, toko ganja, atau bahkan ke jaringan penipuan.

Oban MacTavish, salah satu pendiri Spade, mengatakan, "Bank-bank saat ini masih mengandalkan infrastruktur data yang sudah ada sejak tahun 1960-an." Dengan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, bank kesulitan untuk mengidentifikasi transaksi dengan tepat.

Untuk mengatasi masalah ini, Spade memanfaatkan kemitraan data, teknologi AI, dan tinjauan manusia. Startup ini telah berdiri selama tiga tahun dan berhasil membangun database luas yang mencakup puluhan juta bisnis. Dengan cara ini, mereka dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang penerima pembayaran, termasuk kategori bisnis dan lokasi mereka.

Inovasi ini sangat penting karena membantu bank mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dengan adanya data yang lebih lengkap, bank dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam melakukan transaksi.

Spade menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat mengubah cara bank beroperasi dan memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah mereka. Dengan pendekatan yang inovatif, mereka memperlihatkan potensi besar dari penggunaan data dan AI dalam dunia keuangan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Spade dan inovasi mereka, serta informasi mengenai daftar #ForbesUnder30 Finance tahun 2025, kunjungi tautan di bio mereka.

library_books Forbes