Dua satelit yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) akan menciptakan gerhana matahari buatan pertama dalam sejarah. Proyek ini bertujuan untuk mempelajari atmosfer luar matahari selama dua tahun ke depan. Satelit-satelit ini akan terbang di orbit Bumi, terpisah hingga ratusan kaki satu sama lain.
Setelah periode tertentu, satelit-satelit tersebut akan dipisahkan dan masuk ke orbit tandem yang hampir 500 kaki terpisah. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, pesawat luar angkasa akan terbang dalam formasi yang sangat tepat. Menurut ESA, pesawat-pesawat ini akan berbaris tepat di depan matahari.
Saat beroperasi, satu satelit akan memblokir cahaya matahari dan menciptakan bayangan yang akan jatuh pada satelit lainnya. Proses ini akan meniru fenomena gerhana matahari alami dan dapat berlangsung hingga enam jam sekaligus. Dengan adanya gerhana buatan ini, para ilmuwan berharap dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai atmosfer matahari, yang dikenal juga sebagai korona.
Korona adalah lapisan luar dari atmosfer matahari yang sangat panas, namun sulit untuk dipelajari karena cahaya terang dari matahari yang menghalangi pandangan. Dengan adanya bayangan yang diciptakan oleh dua satelit ini, para ilmuwan akan memiliki kesempatan untuk mengamati dan menganalisis korona tanpa gangguan.
Proyek ini merupakan langkah inovatif dalam penelitian astronomi dan teknologi luar angkasa. Diharapkan, hasil dari penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai perilaku matahari, yang dapat berdampak pada berbagai aspek di Bumi, termasuk cuaca ruang angkasa yang dapat mempengaruhi sinyal komunikasi dan teknologi lainnya.
satelit gerhana matahari Badan Antariksa Eropa atmosfer matahari