Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Harga Emas Naik Setelah Penurunan Pekerjaan di AS

Harga emas mengalami penguatan pada Rabu, 4 November 2024, setelah dolar Amerika Serikat (AS) kehilangan sebagian kekuatannya. Hal ini terjadi setelah muncul laporan yang menunjukkan bahwa perekrutan sektor swasta di AS turun lebih besar dari perkiraan pada bulan lalu.

Data pasar menunjukkan bahwa emas spot (XAU/USD) naik sebesar 0,24 persen, mencapai level USD2.650,22 per troy ons. Kenaikan ini dipicu oleh laporan dari ADP yang dirilis pada hari yang sama. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sektor swasta hanya menambahkan 146.000 pekerjaan pada bulan November, turun dari 233.000 pekerjaan pada bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi yang diperkirakan oleh Marketwatch, yaitu 163.000 pekerjaan baru.

Penurunan jumlah pekerjaan ini berpotensi memperkuat peluang pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada bulan Desember. Laporan ini juga dirilis menjelang pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, dan data tentang nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada hari Jumat.

Indeks ICE dolar AS terakhir tercatat turun 0,17 poin menjadi 106,19. Meskipun dolar yang lebih kuat biasanya dapat menekan harga emas, suku bunga yang lebih rendah justru memberikan dukungan bagi harga emas. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini dan melanjutkan penurunan suku bunga hingga tahun 2025.

"Proyeksi kami hingga 2025 adalah bahwa emas akan menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS, tetapi akan didukung oleh peningkatan pembelian fisik dan permintaan sektor resmi yang stabil," kata Marcus Garvey, kepala strategi komoditas di Macquarie.

Garvey juga menambahkan bahwa emas diperkirakan akan mendapatkan dorongan tambahan dari investor ketika The Fed menurunkan suku bunga mendekati 4 persen.

Selain itu, bank sentral juga melaporkan bahwa mereka melakukan pembelian bersih emas sebanyak 60 ton pada bulan Oktober, jumlah tertinggi yang tercatat sepanjang tahun 2024. Menurut data terbaru dari World Gold Council (WGC), jumlah pembelian ini dua kali lipat dari rata-rata 12 bulan sebelumnya, dengan Reserve Bank of India (RBI) menjadi yang terdepan dalam pembelian tahun ini.

"Pembelian pada bulan Oktober menunjukkan bahwa ada minat yang tinggi terhadap emas di kalangan bank sentral," ujar Marissa Salim, Kepala Riset Senior APAC di World Gold Council, yang dikutip oleh Kitco pada Rabu (4/12).

Dengan informasi ini, para investor dan masyarakat umum diharapkan dapat lebih memahami dinamika harga emas di pasar global, terutama dalam kaitannya dengan kondisi ekonomi di AS.

library_books Idx Channel