Distrik Kongres Kelima Kentucky merupakan salah satu distrik dengan populasi kulit putih tertinggi, sekaligus salah satu yang paling miskin di Amerika Serikat. Dalam studi terbaru, sosialis Arlie Russell Hochschild mencatat pengamatannya di wilayah ini dan menyimpulkan bahwa banyak pendukung kuat Donald Trump berasal dari kalangan yang tidak berada di lapisan masyarakat paling bawah.
Hochschild menekankan bahwa yang "paling terpesona oleh Donald Trump bukanlah mereka yang buta huruf atau yang kelaparan," melainkan kelompok yang disebutnya sebagai "elite dari yang tertinggal." Hal ini merujuk pada orang-orang yang meskipun berada dalam situasi sulit, masih dapat menjalani hidup dengan cukup baik dibandingkan dengan banyak orang lain di sekitar mereka.
Temuan ini menantang pandangan umum tentang siapa sebenarnya yang menjadi pendukung Trump. Banyak orang beranggapan bahwa Trump adalah juru bicara bagi masyarakat putih yang tertinggal dan miskin akibat globalisasi. Namun, data yang ada menunjukkan sebaliknya.
Buku baru Hochschild, yang berjudul "Stolen Pride," mengajak pembaca untuk mempertanyakan pemahaman yang salah tentang ketertarikan kelas yang dimiliki oleh pihak kanan. Dalam analisisnya, Zack Beauchamp dari Vox menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini dalam buletin terbarunya yang berjudul "On The Right."
Pentingnya pemahaman tentang kondisi sosial dan ekonomi di distrik ini menjadi kunci dalam menggali apa yang sebenarnya mendasari dukungan yang kuat terhadap Trump. Dengan informasi ini, kita dapat lebih memahami dinamika politik yang terjadi saat ini.
Kentucky Trump Distrik Kongres Trumpism