Pada bulan Juli, Donald Trump meninggalkan Konvensi Nasional Republik dengan status sebagai kandidat utama dalam pemilihan presiden melawan Joe Biden. Namun, munculnya Kamala Harris, yang dikenal sebagai wajah baru yang selalu menyampaikan pesan dengan konsisten, telah mengubah jalannya kontes pemilihan ini.
Pada awalnya, Trump terlihat kurang siap saat berhadapan dengan Harris. Namun, seiring dengan mendekatnya waktu pemilihan, para penasihat dan sekutu Trump telah merumuskan strategi yang jelas. Mereka memfokuskan serangan iklan yang menggambarkan Harris sebagai sosok yang kurang peka terhadap kebutuhan rakyat dan lemah dalam menangani masalah kejahatan dan imigrasi.
Strategi ini tampaknya mulai membuahkan hasil. Bagi Trump, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang dia ambil untuk melawan Harris serta seberapa besar uang yang dikeluarkannya untuk iklan kampanye. Langkah-langkah ini akan sangat menentukan dalam menghadapi pemilihan presiden yang akan datang.
Gambar: Getty
Donald Trump Kamala Harris pemilihan presiden