Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Peningkatan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Palestina

JERUSALEM – Selama 75 tahun terakhir, perempuan Palestina telah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh tentara Israel. Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa baru-baru ini, banyak perempuan berani berbicara mengenai pengalaman mereka, terutama setelah serangan yang terjadi pada 7 Oktober.

Kasus-kasus kekerasan seksual ini memiliki pola yang sangat mirip, meskipun terjadi di lokasi yang berbeda dan melibatkan berbagai cabang militer serta polisi Israel. Hal ini membuat para pengamat percaya bahwa mungkin ada perintah yang dikeluarkan dari atas.

Menurut laporan dari Pusat Hukum dan Konseling Perempuan (WCLAC) yang berbasis di Ramallah, perempuan Palestina yang mengalami kekerasan seksual tidak hanya menghadapi stigma sosial, tetapi juga ancaman lebih lanjut dari tentara Israel setelah peristiwa yang menimpa mereka.

Salah satu korban, Khulood, menceritakan pengalamannya kepada WCLAC. Ia dan suaminya diculik dari kamp pengungsi Balata di kota Nablus. Di depan suaminya, ia mengalami kekerasan seksual sebagai upaya untuk memaksanya berbicara.

Khulood kemudian memberanikan diri untuk berbicara di media mengenai pengalamannya, meskipun ia tidak menyebutkan kekerasan seksual yang dialaminya. Namun, setelah itu, salah satu kapten tentara Israel menghubunginya dan memberikan ancaman.

"Jika kamu berbicara kepada media lagi, kami akan membawa kamu kembali," kata Khulood menirukan ancaman yang diterimanya.

Wawancara dengan Kefaya Khraim dan Amal Abusrour dari WCLAC mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam kasus kekerasan seksual oleh tentara Israel sejak 7 Oktober. Kasus-kasus ini menunjukkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi perempuan Palestina dalam situasi konflik ini.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang berani berbicara, diharapkan perhatian lebih besar dapat diberikan pada isu kekerasan seksual di wilayah tersebut.

library_books Middleeasteye