Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Presiden Korea Selatan Nyatakan Darurat Militer Lalu Batalkan

Pada Selasa malam, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mengumumkan darurat militer. Namun, keesokan paginya, ia membatalkan keputusan tersebut. Peristiwa ini menyebabkan kekacauan di negara itu dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kepresidenannya.

Setelah pengumuman awal dari Presiden Yoon, pasukan angkatan bersenjata dikerahkan ke gedung parlemen di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Di sana, para anggota parlemen telah membentengi diri mereka di dalam gedung. Sementara itu, polisi anti huru hara berjaga di luar.

Keputusan untuk mengumumkan darurat militer memicu gelombang protes di jalanan. Ribuan orang turun ke jalan, banyak di antara mereka meneriakkan seruan "Tangkap dia!" yang merujuk kepada presiden. Keputusan ini juga ditolak secara bulat oleh para anggota Majelis Nasional, yang merupakan lembaga legislatif di Korea Selatan.

Situasi ini menandai titik balik besar dalam politik Korea Selatan. Banyak yang mempertanyakan apakah Presiden Yoon dapat mempertahankan kekuasaannya setelah pengumuman yang kontroversial ini. Dalam sejarah, deklarasi darurat militer sering kali menimbulkan ketidakstabilan dan kekacauan, dan ini tampaknya tidak terkecuali.

Dengan kondisi yang semakin tegang, penting untuk memperhatikan perkembangan selanjutnya di Korea Selatan. Negara ini kini menghadapi krisis yang dalam, dan banyak warga yang khawatir tentang masa depan politik mereka.

Foto: AP

library_books Theeconomist