Pada hari Senin, Intel secara mendadak mengumumkan bahwa CEO mereka, Pat Gelsinger, akan mengundurkan diri dengan segera. Keputusan ini datang setelah perusahaan mengalami kerugian terbesar dalam sejarahnya, yaitu sebesar $16,6 miliar dalam laporan keuangan kuartalan bulan lalu.
Sejak Pat Gelsinger menjabat sebagai CEO pada tahun 2021, harga saham Intel turun drastis, mencapai penurunan hingga tiga per lima. Ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi oleh Gelsinger dalam memimpin perusahaan chip tersebut.
Banyak yang berpendapat bahwa Gelsinger mewarisi situasi yang sulit. Intel tertinggal dalam perkembangan smartphone dan tidak siap menghadapi perkembangan teknologi yang akan datang, terutama dalam bidang kecerdasan buatan.
Kepergian Gelsinger meninggalkan Intel dalam posisi yang canggung, terutama menjelang pemerintahan baru yang akan datang. Ada kabar bahwa Donald Trump akan memiliki peran dalam tahap berikutnya dari kisah ini, meskipun rincian lebih lanjut belum diumumkan.
Keputusan mendadak ini mengejutkan banyak pihak di industri teknologi, dan akan menarik untuk melihat langkah selanjutnya yang diambil oleh Intel dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Intel merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam produksi chip, dan perubahan kepemimpinan ini diharapkan bisa membawa angin segar bagi perusahaan yang sedang berjuang ini.
Intel CEO Pat Gelsinger kerugian teknologi