Parlemen Eropa telah memberikan dukungan kepada Ursula von der Leyen untuk masa jabatan kedua selama lima tahun sebagai Presiden Komisi Eropa. Keputusan ini berarti ia akan tetap mengendalikan lembaga besar yang berbasis di Brussel ini, dan memiliki hak untuk mengatur lebih dari 30.000 pegawai negeri Eropa.
Ursula von der Leyen pertama kali diangkat sebagai presiden pada tahun 2019. Sejak saat itu, dia telah menunjukkan kinerja yang baik dalam menangani berbagai tantangan besar, termasuk dampak dari pandemi COVID-19 dan invasi penuh skala Rusia ke Ukraina.
Tidak hanya itu, von der Leyen juga berhasil menyelesaikan salah satu masalah paling rumit yang dihadapi para politikus di Eropa: bagaimana cara menangani semakin banyaknya partai politik yang muncul di luar pusat politik tradisional. Dengan cara yang cerdas, ia telah menetapkan aturan yang jelas untuk berinteraksi dengan partai-partai sayap kanan, sehingga menciptakan pendekatan baru yang bisa menjadi contoh bagi negara-negara Eropa lainnya.
Dukungan dari Parlemen Eropa ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kepemimpinan von der Leyen. Banyak yang berharap dia dapat terus memimpin dengan bijaksana dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan.
Dengan terpilihnya kembali Ursula von der Leyen, banyak yang menantikan langkah-langkah baru yang akan diambil oleh Komisi Eropa dalam beberapa tahun mendatang. Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa Eropa berkomitmen untuk menghadapi masalah yang kompleks dengan kepemimpinan yang stabil.
Illustrasi oleh: Peter Schrank
Ursula von der Leyen Komisi Eropa Parlemen Eropa masa jabatan kedua