Pada hari Minggu, pihak kejaksaan Jerman mengungkapkan identitas pria Suriah berusia 26 tahun yang diduga pelaku serangan penikaman di kota Solingen, Barat Jerman. Serangan ini mengakibatkan kematian tiga orang dan melukai delapan lainnya.
Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Issa Al H., tidak disebutkan nama belakangnya karena undang-undang privasi di Jerman. Ia dibawa menggunakan helikopter ke Mahkamah Agung Federal di Karlsruhe untuk menjalani sidang pertama.
Issa Al H. ditahan dengan tuduhan pembunuhan dan keterlibatan dengan kelompok yang dikenal sebagai "Islamic State" (IS), menurut pernyataan dari Kantor Kejaksaan Umum Federal. Penangkapan ini menyoroti masalah keamanan yang semakin meningkat di Eropa terkait dengan kelompok teroris.
Menurut IS, mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Mereka menyebut serangan ini sebagai "balas dendam untuk Muslim di Palestina dan tempat lainnya." Namun, klaim ini tidak disertai bukti, sehingga tidak dapat diverifikasi keasliannya.
Hari Minggu, IS juga merilis sebuah video yang diduga menunjukkan pelaku serangan. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, seorang pria muda yang mengenakan topeng terlihat memegang pisau panjang. Dalam cuplikan video tersebut, ia mengucapkan kesetiaan kepada pemimpin Islamic State dalam bahasa Arab, menggunakan gelar kehormatan "Emir." Sampai saat ini, keaslian video dan apakah pria itu benar-benar pelaku masih belum dapat diverifikasi.
Menurut majalah berita Jerman, Spiegel, Issa Al H. tiba di Jerman pada tahun 2022 sebagai pengungsi dan mengajukan permohonan untuk suaka. Namun, berita dari agensi dpa menyebutkan bahwa permohonan suakanya ditolak. Ia diperkirakan sudah dideportasi ke Bulgaria tahun lalu, negara tempat ia memasuki Uni Eropa. Sayangnya, agensi tersebut tidak mencantumkan sumber informasi ini.
penikaman Suriah Jerman Solingen Islamic State