Pada hari Cyber Monday ini, orang tua diimbau untuk berpikir dua kali sebelum membeli mainan bagi anak-anak mereka. Mengapa? Karena anak-anak saat ini memiliki lebih banyak mainan dibandingkan dengan beberapa dekade lalu.
Data sejarah mengenai jumlah rata-rata mainan yang dimiliki anak sulit ditemukan. Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa masalah kelebihan mainan di kalangan anak-anak Amerika semakin meningkat. Hal ini tidak hanya terjadi di keluarga yang kaya, tetapi juga di berbagai kalangan masyarakat.
Penjualan mainan di Amerika Serikat melonjak dari $22,3 miliar pada tahun 2019 menjadi $26 miliar pada tahun 2020, dan terus meningkat menjadi $30,1 miliar pada tahun 2021. Kenaikan ini terjadi karena banyak orang tua yang berusaha menghibur anak-anak mereka di rumah selama pandemi COVID-19.
Meskipun penjualan sedikit menurun pada tahun 2023, kemungkinan akibat inflasi, angka penjualannya masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2019.
Lalu, mengapa anak-anak memiliki begitu banyak mainan? Berapa banyak mainan yang dianggap terlalu banyak? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting untuk dipikirkan oleh para orang tua. Terlalu banyak mainan dapat mengakibatkan kebingungan dan kurangnya perhatian anak terhadap mainan yang mereka miliki.
Di tengah situasi ini, penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan kebutuhan anak dan dampak dari pembelian berlebihan. Dengan cara ini, diharapkan anak-anak dapat lebih menghargai mainan yang mereka miliki dan waktu bermain yang berkualitas.
Cyber Monday mainan anak belanja orang tua pandemi