Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Reaksi Berbeda atas Perjanjian Gencatan Senjata di Israel dan Lebanon

Reaksi Berbeda atas Perjanjian Gencatan Senjata di Israel dan Lebanon

Pada minggu lalu, kabinet Israel menyetujui perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon setelah setahun perang yang berkepanjangan. Berita ini seharusnya memicu perasaan bahagia dan lega di banyak negara, tetapi tidak di Israel. Sebaliknya, kemarahan dan ketidakpuasan telah menjadi ciri khas suasana hati nasional setelah pengumuman tersebut.

Saat berita gencatan senjata tersebar, ribuan warga Lebanon terlihat bergegas pulang dan merayakan. Kemacetan lalu lintas besar-besaran terjadi di jalan-jalan menuju selatan negara itu. Seorang jurnalis Lebanon mengatakan, "Kami sangat senang karena perang telah berakhir dan kami bisa kembali ke rumah. Kami berharap hal yang sama juga terjadi untuk Gaza."

Namun, reaksi di Israel sangat berbeda. Para walikota dari kota-kota utara mengajukan ancaman untuk memprotes keputusan pemerintah. Para pengungsi Israel yang terpaksa meninggalkan rumah mereka menyatakan bahwa mereka tidak bisa kembali karena pemerintah tidak memenuhi janji akan kemenangan total.

Dari lebih dari 70.000 warga Israel yang mengungsi dari kota-kota utara, hanya sedikit yang kembali, dengan banyak yang mengklaim bahwa situasi keamanan belum membaik sejak Israel meluncurkan serangan terhadap Hamas di Gaza. Hal ini memicu eskalasi konflik dengan Hezbollah, terutama setelah serangan 7 Oktober di selatan Israel.

Perdana Menteri Netanyahu tampaknya lebih fokus untuk menjaga koalisinya, mengingat bahwa kelompok ultra-Ortodoks mengancam akan meninggalkan pemerintah jika pengecualian wajib militer yang mereka minta tidak segera disahkan. Di Tel Aviv, protes oleh keluarga korban penculikan pada 7 Oktober masih berlangsung setiap minggu, menimbulkan pertanyaan mengapa Netanyahu tampak tidak bersemangat untuk menyelesaikan kesepakatan pengembalian sandera seperti halnya untuk gencatan senjata di utara.

Kesimpulannya, pemerintah Israel tampaknya tidak terburu-buru untuk mengakhiri perang di Gaza. Yang lebih mungkin menjadi fokus pada fase berikutnya dari konflik yang lebih luas ini adalah keinginan Netanyahu untuk memberi peringatan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad agar tidak membantu Hezbollah, serta menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.

library_books Middleeasteye