Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah memaafkan putranya, Hunter Biden, setelah Hunter dihukum dalam kasus federal terkait senjata dan pajak. Keputusan ini diambil menjelang akhir masa jabatan Biden, di mana Donald Trump dijadwalkan dilantik pada 20 Januari.
Pemaafan ini memberikan perlindungan bagi Hunter dari kemungkinan hukuman penjara, karena ia dijadwalkan menerima hukuman setelah vonis dalam kasus senjata dan pengakuan bersalah terkait pajak. Biden menyatakan bahwa kasus yang menimpa putranya muncul setelah beberapa lawan politiknya di Kongres menghasut untuk menyerangnya dan menentang pemilihan dirinya.
"Saya berharap masyarakat Amerika akan memahami mengapa seorang ayah dan Presiden mengambil keputusan ini," ungkap Biden. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut dibuat pada akhir pekan lalu saat keluarganya merayakan liburan Thanksgiving di Nantucket, Massachusetts.
Pemaafan ini menunjukkan penggunaan kekuasaan luar biasa yang dimiliki presiden, terutama menjelang akhir masa jabatannya. Walaupun Biden sebelumnya sempat berjanji untuk tidak melakukan pemaafan, situasi ini dianggapnya sebagai langkah yang tepat untuk melindungi keluarganya.
Dengan keputusan ini, Biden menunjukkan bahwa hubungan keluarga tetap penting baginya, bahkan di tengah tekanan politik. Masyarakat kini menantikan bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Biden sebelum menyerahkan kursi kepresidenan.
Joe Biden Hunter Biden pemafaan kasus senjata pajak