Samanta Elsener, psikolog dan pengurus pusat Himpunan Psikologi Indonesia, mengungkapkan bahwa tingginya biaya hidup di Jakarta serta trauma pengasuhan menjadi dua faktor utama yang menyebabkan gangguan kesehatan mental di ibu kota. Dalam sebuah diskusi tentang kesehatan mental, ia menekankan pentingnya mengenali dan menangani masalah ini dengan serius.
Salah satu dampak besar dari kondisi ini adalah meningkatnya angka kecemasan dan depresi di masyarakat. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman yang sering disertai dengan rasa was-was, sedangkan depresi adalah kondisi serius yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang. "Yang jelas memang kecemasan, depresi, masih jadi salah satu primadona masalah kesehatan mental selain gangguan lain, terutama setelah pandemi," kata Samanta Elsener.
Selain itu, faktor lain yang turut berkontribusi adalah jarak antara rumah dan tempat kerja yang seringkali jauh. Hal ini dapat menyebabkan stres dan masalah fisik lainnya, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Stres yang berkepanjangan dapat berujung pada kondisi burnout, yaitu keadaan kelelahan emosional, mental, dan fisik akibat beban kerja yang berlebihan.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, namun tetap diperlukan upaya lebih lanjut dari masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Menghadapi tantangan yang ada, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangatlah penting agar individu bisa mendapatkan bantuan yang mereka perlukan.
biaya hidup kesehatan mental Jakarta