Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Khofifah Indar Parawansa: Video Santunan di TikTok Adalah Hoaks

Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa video berdurasi 29 detik yang beredar di TikTok dan mengatasnamakannya tentang pembagian santunan adalah hoaks. Video tersebut, yang menunjukkan Khofifah mengumumkan akan membagikan santunan sebagai ungkapan syukur atas kemenangannya di Pilkada Jatim 2024, ternyata merupakan hasil rekayasa teknologi AI.

Dalam video yang viral tersebut, Khofifah terlihat menyampaikan pesan, "Assalamualaikum Wr Wb. Saya Khofifah Indar Parawansa, sudah dipastikan saya terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. Sebagai mengucapkan rasa syukur di akun TikTok baru saya ini, saya akan berbagi santunan. Ikuti dan share ini kepada saudara kerabat dan teman TikTok lainnya. Ini benar amanah, pegang ucapan saya. Santunan akan saya kirim hari ini juga dalam kurun waktu satu jam."

Namun, Khofifah mengingatkan kepada masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya. "Saya tidak pernah membuat video seperti itu. Informasi yang tersebar adalah rekayasa dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Pihak Khofifah juga meminta kepada para pendukung dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta untuk mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan di era digital, di mana teknologi semakin canggih dan informasi dapat dengan mudah dimanipulasi. Hoaks seperti ini bisa merugikan banyak pihak dan menyebar dengan cepat melalui platform seperti TikTok.

Khofifah berharap, masyarakat Jawa Timur dapat lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak jelas asal-usulnya. "Mari kita bersama-sama menjaga kebenaran informasi dan tidak terjebak dalam hoaks," tambahnya.

Dengan demikian, semua pihak diharapkan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, agar tidak terlibat dalam penyebaran informasi yang salah dan mengarah pada kebingungan di kalangan masyarakat.

library_books Antaranewscom