Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota Medan untuk bidang kesehatan cukup besar. Hal ini menegaskan bahwa kekurangan obat yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh masalah anggaran.
"Kami mendapatkan informasi dari tim dokter bahwa sebenarnya ada saran obat lain yang dapat digunakan. Obat tersebut hanya berbeda merek, karena merek yang diinginkan tidak tersedia di RSUD dr Pirngadi," ujarnya. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa obat tidak harus selalu dari merek yang sama, yang penting adalah komposisi dalam obat itu sendiri terpenuhi.
Bobby Nasution juga memastikan bahwa kekosongan obat hanya terjadi untuk satu jenis obat, yaitu obat untuk penyakit paru, yang saat ini kebetulan sedang kosong di RSUD dr Pirngadi Medan. Stok obat yang terbatas ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk permintaan yang meningkat atau masalah pasokan dari pabrik.
Pemkot Medan berkomitmen untuk terus memperhatikan kebutuhan obat bagi masyarakat dan akan berusaha agar persediaan obat yang dibutuhkan selalu tersedia di rumah sakit.
Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan ini bisa diakses melalui saluran resmi Pem Kota Medan.
angkutan kesehatan Medan obat RSUD Bobby Nasution