Perum Perumnas telah mengumumkan bahwa 50 persen dari program 3 juta rumah akan dialokasikan untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR) atau rumah subsidi. Hal ini merupakan langkah signifikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro, menjelaskan bahwa sebelumnya alokasi hunian untuk MBR hanya sebesar 20 persen. Namun, dalam program terbaru ini, alokasi untuk MBR meningkat menjadi 50 persen. "Saat ini perumahan untuk MBR hanya 20 persen, lebihnya bisa komersial. Tapi saat ini yang kita lakukan adalah 50 persen komersial, 50 persen untuk MBR,” ujar Budi dalam pernyataannya pada Kamis, 28 November 2024.
Dengan adanya perubahan ini, Budi yakin bahwa bisnis perusahaan tidak akan tertekan meskipun setengah dari proyek hunian dialokasikan bagi masyarakat kelas menengah bawah. Hal ini menunjukkan komitmen Perumnas untuk mendukung program perumahan yang lebih inklusif.
Program 3 juta rumah ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat berpendapatan rendah biasanya mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses ke rumah yang terjangkau. Dengan adanya alokasi 50 persen untuk MBR, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan perumahan yang layak bagi mereka.
Saat ini, Perum Perumnas terus berupaya untuk berinovasi dan menciptakan solusi perumahan yang dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama mereka yang berada di segmen MBR. Ini adalah langkah positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perum Perumnas berharap, dengan adanya program ini, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kekurangan rumah di Indonesia.
Perum Perumnas rumah subsidi program 3 juta rumah MBR hunian masyarakat