Menurut laporan dari Universitas Bonn, banyak orang di Jerman masih menggunakan kata sandi yang tidak aman. Penelitian menunjukkan bahwa kata sandi yang paling populer adalah "123456", diikuti oleh kata sandi dalam bahasa Inggris yaitu "password". Di urutan ketiga, kembali muncul angka, yaitu "12345".
Startup Identeco dari Universitas Bonn telah menganalisis jutaan data akses yang baru muncul di pasar online ilegal tahun ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyak orang, baik untuk akun pribadi maupun di lingkungan kerja, menggunakan kata sandi yang mudah ditebak dan sangat rentan terhadap serangan.
Frank Zickenheiner, seorang karyawan di Identeco, mengungkapkan bahwa banyak karyawan di perusahaan atau lembaga pemerintah sering menggunakan nama perusahaan mereka sebagai kata sandi, biasanya ditambah dengan beberapa karakter tambahan. Hal ini menunjukkan sikap yang sangat sembrono dalam menjaga keamanan informasi pribadi dan pekerjaan.
Dalam daftar 20 kata sandi terpopuler, terdapat tujuh kombinasi angka murni, tujuh kata, dan enam kombinasi angka dan huruf. Salah satu kata sandi yang berada di urutan kelima adalah "abc123". Zickenheiner menambahkan, "Kami memiliki database besar dari data akses yang dicuri secara kriminal." Dari total 50 miliar data, sekitar 4 miliar berasal dari tahun ini.
Semua data ini saat ini diperdagangkan di internet. Identeco juga menganalisis 30 juta kombinasi email dan kata sandi. Meskipun beberapa kata sandi tidak masuk dalam daftar 20 teratas, mereka muncul cukup sering dan memberikan petunjuk tentang preferensi pribadi. Misalnya, kata kunci seperti "starwars" atau "schalke04" juga sering terlihat.
Penting bagi semua orang untuk menyadari risiko menggunakan kata sandi yang lemah. Menggunakan kombinasi yang lebih kompleks dan unik dapat membantu melindungi akun pribadi dan informasi penting lainnya dari pencurian data.
kata sandi Jerman keamanan siber Identeco universitas Bonn