Gaza, 30 November 2024 – Situasi di Gaza semakin memprihatinkan setelah serangan udara yang intensif dilakukan oleh Israel pada hari Jumat. Menurut otoritas kesehatan Palestina, serangan ini menewaskan puluhan orang di Beit Lahia. Di Nuseirat, tim medis melaporkan bahwa setidaknya 19 jenazah berhasil diambil dari puing-puing gedung yang hancur akibat serangan tersebut.
Banyak wanita dan anak-anak terlihat mencari makanan di antara tumpukan sampah di beberapa bagian Jalur Gaza, menurut seorang pejabat PBB. Hal ini menunjukkan betapa parahnya krisis kemanusiaan yang melanda wilayah tersebut.
Di sisi lain, situasi di Lebanon tampak sedikit lebih stabil dengan adanya gencatan senjata yang tampaknya bertahan. Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya akan bekerja sama dengan angkatan bersenjata Lebanon untuk memastikan gencatan senjata ini berlangsung sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
Selain itu, terdapat berita tragis dari kota Deir el-Balah di Gaza, di mana tiga warga Palestina tewas terinjak-injak dalam sebuah insiden kerumunan di sebuah toko roti. Insiden ini menambah derita yang dialami oleh penduduk yang sudah dalam keadaan sulit.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dilaporkan ingin agar kepala staf militer Israel, Herzi Halevi, mengundurkan diri sebelum akhir gencatan senjata 60 hari dengan Lebanon, menurut siaran publik Kan.
Di tengah kondisi ini, sebuah delegasi Hamas dijadwalkan akan tiba di Kairo pada hari Sabtu untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Mesir terkait gencatan senjata.
Senator Republik AS, Lindsey Graham, juga menyoroti bahwa presiden terpilih Donald Trump mengharapkan adanya kesepakatan terkait sandera di Gaza dan gencatan senjata sebelum ia kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari.
Israel Gaza Lebanon ceasefire korban Nuseirat