Setelah penangkapan Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, muncul peringatan yang viral di kalangan kelompok ekstremis di Jerman. Peringatan tersebut telah dilihat lebih dari 85.000 kali. Dalam pesan tersebut, mereka diingatkan untuk segera membackup data Telegram mereka dan membersihkan akun dari segala informasi yang dianggap sensitif.
Banyak dari anggota kelompok konspirasi dan ekstremis di Jerman mulai membahas kemungkinan meninggalkan Telegram. Namun, para ahli menyatakan bahwa saat ini tidak ada alternatif yang lebih baik untuk platform komunikasi yang mereka gunakan.
Penangkapan Durov menjadi sinyal peringatan bagi Telegram. Sekarang, aplikasi yang populer di kalangan neo-Nazi ini menghadapi ancaman yang nyata dari penegak hukum dan regulator Eropa. Dengan situasi yang semakin meningkat, mereka kini tidak tahu langkah apa yang harus diambil selanjutnya.
Telegram Pavel Durov ekstremis Jerman