Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Persatuan Palestina dan Lebanon Hadapi Musuh Bersama

Perang di Gaza yang berlangsung selama 13 bulan terakhir telah menunjukkan bahwa gerakan perlawanan Palestina yang beraliran Sunni dapat bersatu dengan gerakan Hezbollah yang beraliran Syiah dari Lebanon untuk melawan musuh yang sama.

Ini merupakan sebuah perkembangan yang signifikan, karena selama ini, pengaruh Iran di dunia Arab sering kali terbatas oleh realitas sektarian di negara-negara seperti Irak, Suriah, Lebanon, dan Yaman. Namun, tindakan keras dari pemerintah Israel, terutama yang dilakukan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah membantu Iran untuk mengubah pandangan ini.

Banyak orang di dunia Arab kini melihat Iran bukan lagi sebagai intruder yang tidak diinginkan, tetapi sebagai pemimpin perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Hal ini menunjukkan perubahan besar setelah sepuluh tahun perpecahan yang ditimbulkan oleh Arab Spring.

Namun, Israel dan Amerika Serikat tampaknya masih salah memahami situasi di Timur Tengah. Contohnya, saat Hezbollah menerima gencatan senjata, di saat Israel masih melanjutkan serangan di Gaza, hal ini dianggap sebagai tanda menyerah yang akan diikuti oleh Hamas. Meski begitu, Hamas masih bertekad untuk melawan meskipun sudah mengalami banyak kerugian.

Netanyahu, yang terjebak dalam konflik di Gaza dan terdesak di Lebanon, kini berusaha mengalihkan perhatian kepada serangan terhadap Iran. Berita tentang Iran yang "terbuka" untuk diserang menjadi bahan bakar bagi upaya Netanyahu untuk mendapatkan dukungan bipartisan di Washington untuk melakukan serangan decisif.

Apakah serangan tersebut akan terjadi masih tergantung pada berbagai permainan politik yang dimainkan oleh pemerintahan Biden yang akan segera habis masa jabatannya, Netanyahu, dan kekuatan dalam pemerintahan, yang masing-masing memiliki motivasi berbeda dalam menentukan langkah Trump sebelum ia dilantik.

library_books Middleeasteye