Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pembalap Breakdance Australia Minta Maaf Usai Penampilan Kontroversial di Olimpiade Paris 2024

Pembalap breakdance asal Australia, Rachael "Raygun" Gunn, telah meminta maaf atas reaksi negatif yang diterima komunitas breakdancing setelah penampilannya di Olimpiade Paris 2024 menuai kritik. Penampilan tersebut tidak hanya kontroversial, tetapi juga memicu berbagai komentar yang meragukan kemampuan dan integritasnya sebagai atlet.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel 10 Australia yang direncanakan tayang pada hari Rabu, Gunn mengungkapkan bahwa ia tidak mengharapkan hasil yang baik di ajang bergengsi tersebut. "Begitu saya berhasil berkwalifikasi, saya langsung berpikir, oh Tuhan, apa yang sudah saya lakukan? Karena saya tahu saya akan kalah," kata Gunn. Ia menjelaskan bahwa ia merasa gaya dan gerakan yang digunakannya dalam breakdance mungkin tidak dipahami oleh juri dan penonton, yang akhirnya membuat performanya dinilai sangat buruk.

Dengan skor nol dalam debut Olimpiadanya, reaksi publik terhadap judul yang menghina penampilan Gunn menjadi viral di media sosial. "Sangat menyedihkan" bagi Gunn untuk mendengar reaksi negatif terhadap penampilannya. Ia mengatakan, "Saya sangat menyesal atas backlash yang dialami komunitas kami, tetapi saya tidak bisa mengontrol bagaimana orang bereaksi," ujarnya.

Sebagai tambahan, sebuah petisi online di Change.org yang menyatakan bahwa Gunn telah memanipulasi proses kualifikasi untuk lolos ke Olimpiade mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan sebelum dihapus atas permintaan Komite Olimpiade Australia.

Gunn menambahkan, "Teori konspirasi itu sangat mengerikan," dan ia menjelaskan bahwa reaksi negatif tidak hanya datang dari mereka yang tidak memahami breakdance, tetapi juga dari pihak yang menyerang reputasi dan integritas komunitas breakdance secara keseluruhan. "Ini sangat menyakitkan, karena tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Namun, saya rasa ini akan menjadi bagian dari kenyataan kami, sayangnya," pungkasnya.

library_books Dwnews