Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Terbaru Rusia ke Ukraina: 1 Juta Orang Tanpa Listrik

Moskow, Rusia – Serangan terbaru Rusia terhadap Ukraina terjadi sebagai respons atas serangan Ukraina menggunakan senjata dari Inggris dan Amerika Serikat minggu lalu. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa Rusia sedang memilih target yang dapat mencakup pusat pengambilan keputusan di Kyiv, ibu kota Ukraina.

Dalam serangan ini, Rusia dilaporkan menggunakan sekitar 90 rudal dan 100 drone yang menyasar infrastruktur energi Ukraina. Akibatnya, lebih dari satu juta orang saat ini mengalami pemadaman listrik. Pemasok energi terpaksa mengambil langkah-langkah keamanan pencegahan, dan beberapa unit pembangkit listrik tenaga nuklir juga terputus dari jaringan untuk menjaga keselamatan.

Ini merupakan serangan kedua yang terjadi di bulan November. Serangan ini berlangsung selama beberapa jam dengan gelombang drone dan rudal yang terus menerus.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut serangan ini sebagai "eskalasi yang sangat jahat". Ia juga mengungkapkan bahwa munitisi cluster telah digunakan dalam serangan tersebut, yang dikenal berbahaya dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi warga sipil.

Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung sejak 2014, dan serangan terbaru ini menunjukkan intensifikasi ketegangan di kawasan tersebut. Masyarakat Ukraina kini harus menghadapi tantangan berat, terutama dalam mendapatkan akses listrik dan keamanan di tengah serangan berkelanjutan.

Kondisi ini menjadi perhatian untuk banyak negara, yang terus memantau situasi dan berusaha mencari solusi damai. Sementara itu, masyarakat Ukraina berusaha bertahan dan menemukan cara untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari meskipun dalam keadaan sulit.

library_books Bbcnews